TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Minilok Awal Tahun Puskesmas Bengkuring

Kamis, 13 November 2014

Minilok Awal Tahun UPTD Puskesmas Bengkuring

Miniloka Karya Puskesmas merupakan suatu pertemuan antar petugas Puskesmas dan petugas Puskesmas dengan sektor terkait (lintas sektoral) untuk meningkatkan kerjasama tim, memantau cakupan pelayanan Puskesmas serta membina peran serta masyarakat secara terpadu agar dapat meningkatkan fungsi Puskesmas.
Materi dalam pertemuan Miniloka Karya kali ini yaitu mengenai Program kegiatan yang dibiayai oleh dana BOK dan APBD tahun 2014. Narasumber / pengajar pada pertemuan Miniloka Karya yaitu dr. Hj. Ratri Nugrahaningsih, M.Kes selaku Kepala UPTD Puskesmas Bengkuring. Miniloka Karya Puskesmas dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 2014 di Puskesmas Induk UPTD Puskesmas Bengkuring.

Selengkapnya...

Masyarakat Bengkuring di Foging UPTD Puskesmas Bengkuring

Junaidi saat melakukan Foging di wilayah Puspita Bengkuring

Meningkatnya kasus DBD di Bengkuring diantisipasi dengan kegiatan Foging yang dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bengkuring. Yuda Pratama Putra, A.Md. KG selaku pemegang program DBD mengatakan jumlah kasus DBD tahun 2014 hingga bulan Oktober yaitu sebanyak 35 kasus.
Foging dilakukan 26 Maret Tahun 2014 di wilayah perumahan Puspita karena wilayah ini merupakan wilayah terbanyak terjadinya kasus DBD yaitu di 6 RT (RT 66, RT 68, 90, RT 91, RT 92, dan RT 93), ungkap Junaidi selaku petugas foging
Fogging atau pengkabutan menjadi salah satu metode yang sering digunakan dalam pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Pada metode ini, suatu lokasi disemprot dengan insektisida menggunakan mesin. Fogging dalam dosis tertentu ini bertujuan memberantas nyamuk dewasa, atau yang sudah bisa terbang berpindah. Jadi foging itu hanya bisa membunuh nyamuknya, bukan jentiknya. Kegiatan Mengubur, menguras, dan menutup (3M) adalah kampanye yang sudah lama ada di Indonesia demi mencegah DBD. Namun saat ini, Yuda menyebutkan 3M plus pemberantasan sarang nyamuk (PSN) adalah langkah baru demi mencegah DBD.

Selengkapnya...

UPTD Puskesmas Bengkuring Deteksi Tumbuh Kembang Anak Di TK


Hasnidar, A.MG melakukan Pengukuran Tinggi Badan Pada Anak TK



Samarinda 13 Oktober 2014 yang lalu UPTD Puskesmas Bengkuring berhasil melaksanakan program Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak di 17 TK beserta PAUD sebanyak 512 siswa di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bengkuring.
Selengkapnya...

Penyuluhan Malaria Kepada Kader Posyandu Puskesmas Bengkuring

Poto Bersama Kader Posyandu Puskesmas Bengkuring

Samarinda, 6 Februari 2014 di rumah dinas UPTD Puskesmas Bengkuring telah dilaksanakan penyuluhan mengenai penyakit malaria kepada kader Posyandu. Harapannya, kader merupakan perpanjangan dari puskesmas sehingga dari penyuluhan ini kader dapat menyampaikan dan menjelaskan mengenai penyakit malaria kepada masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bengkuring. Ungkap Jojor N. Silaban, Amd. Kep., SKM sebagai pemegang program Surveilands Puskesmas Bengkuring.
Penyakit Malaria ialah suatu penyakit menular yang banyak diderita oleh penduduk di daerah tropis dan subtropis. Penyakit Malaria berawal dari bibit penyakit yang hidup di dalam darah manusia. Bibit peyakit tersebut termasuk binatang bersel satu, tergolong amoeba yang disebut Plasmodium. Terdapat empat macam Plasmodium yang menyebabkan malaria, yaitu Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, dan Plasmodium ovale. Kerja Plasmodium adalah merusak sel-sel darah merah. Dengan perantara nyamuk Anopheles, Plasmodium masuk ke dalam darah manusia dan berkembang biak dengan membelah diri.
Tanda-tandanya yaitu umumnya penderita Malaria diawali badan menjadi dingin dan sering sakit kepala, penderita menggigil selama 15 menit sampai 1 jam. Dingin yang diikuti demam dengan suhu 40 derajat atau lebih menyebabkan penderita merasa lemah, kulitnya kemerahan dan menggigau. Demam akan berakhir setelah beberapa jam kemudian. Setelah itu, penderita mulai berkeringat dan suhunya badannya menurun. Setelah itu, penderita merasa lemah tetapi keadaannya tidak mengkhawatirkan. 
Pemberantasan nyamuk Anopheles dengan menggunakan insektisida yang sesuai dan secara teratur efektif menekan populasi nyamuk tersebut. Hal yang perlu diperhatikan ialah gigitan nyamuk dapat dicegah dengan tidur menggunakan kelambu atau lotion anti nyamuk.
Sedangkan penanggulangannya dengan melakukan pengobatan secara intensif, karena bila tanpa pengobatan, infeksi ini dapat berlangsung sangat lama dan dapat menginfeksi hingga 30-50 tahun sesudah infeksi. Pengobatannya ialah dengan mengkonsumsi obat klorokuin dan primakuin.


Selengkapnya...

Lomba Posyandu Tingkat UPTD Puskesmas Bengkuring Tahun 2014

dr. Hepta Nova Sagita K.D beserta Kader Juara Lomba Penilaian Posyandu Puskesmas Bengkuring

Posyandu merupakan jenis UKBM yang paling memasyarakat sekarang ini. Posyandu memiliki minimal 5 program pokok meliputi Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana, Perbaikan Gizi, Imunisasi dan Penanggulangan Diare.
Rabu, 27 Agustus 2014 di UPT Puskesmas Bengkuring mengumumkan Juara 1 lomba Posyandu yaitu dari Posyandu Bougenville. Lomba diikuti oleh perwakilan Posyandu baik Posyandu balita sebanyak 21 Posyandu maupun Posyandu Lansia sebanyak 5 Posyandu se-Puskesmas Bengkuring.

Tujuan diadakannya lomba ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan posyandu serta melakukan pembinaan terhadap apa yang masih perlu ditingkatkan, seperti tingkat partisipasi masyarakat, dan kesadaran akan pentingnya pemantauan status gizi, cakupan imunisasi pada bayi dan balita. Permasalahan yang sering ditemui di Posyandu adalah rendahnya cakupan kunjungan (D/S), cakupan timbangan (N/D), dan cakupan imunisasi yang masih belum lengkap pada bayi/balita. Untuk lomba dasawisma ber-PHBS, permasalahan yang ada adalah cakupan PHBS yang masih belum mencapai target nasional yaitu 70% rumah tangga ber-PHBS.
Melalui penilaian sekaligus pembinaan terhadap Posyandu, Kader Posyandu, TOGA dan dasawisma tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi kendala-kendala maupun permasalahan yang ditemui di lapangan dengan tindak lanjut perbaikan secara bersama-sama, baik pembinaan secara lintas sektor maupun lintas program.

Selengkapnya...

Lomba GSI UPTD Puskesmas Bengkuring

 
Erliya S., A.Md. Keb selaku Bidan GSI Bersama Kader Posyandu Bengkuring
Pada 13 Maret 2014 telah dilaksanakan penilaian lomba Gerakan Sayang Ibu oleh Tim Penilai Tingkat Kota Samarinda. Posyandu Teratai UPTD Puskesmas Bengkuring Sebagai Perwakilan dari Kecamatan Samarinda Utara. 
Latar belakang Gerakan Sayang Ibu karena banyaknya angka kematian ibu penyebab tersebut berkaitan dengan status gizi ibu hamil (Anemia Gizi ), kesehatan lingkungan, kesadaran hidup sehat dan jangkauan serta mutu pelayanan kesehatan ibu bersalin, usia ibu yang terlalu muda, usia ibu yang terlalu tua, jumlah anak yang banyak, jarak hamil serta berbagai penyakit yang berrisiko tinggi. Tujuan dari GSI ini yaitu mempercepat penurunan AKI ( angka Kematian Ibu ) dan AKB ( angka kematian bayi ), ungkap dr. Hj. Ratri Nugrahaningsih selaku Kepala Puskesmas.
Mengingat sebagian besar kematian ibu sesungguhnya dapat dicegah dengan upaya empat (4) terlambat yaitu : Terlambat merndeteksi dini, Terlambat untuk mengadakan musyawarah dengan keluarg, Terlambat memperoleh transportasi dalam rujukan dan Terlambat memperoleh penanganan gawat darurat secara terpadu.
Dari Hasil penilaian Posyandu Teratai mendapat juara2 dalam penilaian GSI Tingkat Kota Samarinda.

Selengkapnya...

Posyandu Teratai Terbaik se-Samarinda

Rabu, 07 Mei 2014

 Kerja keras kader Posyandu Teratai di Jalan Bayam, Perumahan Bengkuring, akhirnya berbuah manis. Mereka berhasil meraih juara 1 posyandu terbaik se-Samarinda dan berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 8 juta dipotong pajak. Penyerahan uang pembinaan tersebut diserahkan langsung ketua tim penggerak PKK Kecamatan Samarinda Utara Andi Rosmiana, Senin (5/5) siang kemarin.
Selain itu, dalam pertemuan singkat tersebut juga hadir Camat Samarinda Utara Syamsu Alam, Lurah Sempaja Selatan Sukardi, Ketua Puskesmas Bengkuring dr Ratri Nugrahaningsih, serta kader Posyandu Teratai, staf kelurahan dan kecamatan.
Dalam kesempatan tersebut, Syamsu Alam menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada kader Posyandu Teratai dan Puskesmas Bengkuring. Atas kerja keras merekalah, nama Kecamatan Samarinda Utara juga ikut terangkat.
"Prestasi ini bisa diraih atas kerja sama kader-kader Posyandu. Merekalah yang patut diapresiasi karena ujung tombak dari seluruh kegiatan di sini berada pada mereka," tuturnya.
Karena itu, Syamsu Alam berpesan kepada kader Posyandu Teratai agar menjaga kerja sama dan persatuan mereka. Juara 1 se-Samarinda ini tidak akan bisa diraih jika sesama kader tidak kompak dan bersatu. Sebab Syamsu Alam tahu untuk mendapatkan juara ini, perlu pengorbanan tidak hanya waktu, tenanga dan pikiran tetapi juga dana. "Inilah kebanggaan kita bersama. sebab kalau dinilai dengan uang maka tidak akan sebanding dengan capeknya kalian semua," katanya. 
Sementara itu, Sukardi juga menyatakan hal yang sama. Kalau kader Posyandu tidak memiliki kekompakan dan kerja sama, maka bisa jadi mereka tidak mendapatkan juara sama sekali. Sebab hanya dengan kerja sama dan persatuan, prestasi tersebut bisa diraih.
"Saya juga ucapkan rasa terima kasih. Sebab kelurahan tidak bisa banyak membantu. Karena jujur saya katakan, kelurahan hanya ngikut saja. Kalau nama Posyandu Teratai terangkat, maka kelurahan juga ikut baik," papar Sukardi.
Sebagai bentuk apresiasi, selain menyerahkan uang pembinaan, Syamsu Alam juga menyerahkan beberapa bingkisan khusus untuk kader posyandu. Setelah penyerahan tersebut, acara ditutup. (sal/nin) (dikutip dari Samarinda Pos 6 Mei 2014)
Selengkapnya...